Budidaya Ikan Gurame

Budidaya ikan gurame
merupakan salah satu usaha
yang dapat ditekuni. Nilai
ekonomi ikan gurame cukup
tinggi, lebih baik dibandingkan
ikan air tawar lainnya, seperti
ikan mas dan ikan mujair.
Keuntungannya cukup
menjanjikan, bisa mencapai
tiga kali lipat dari modal.
Salah satu lokasi budidaya ikan
gurame terdapat di Sukabumi,
Jawa Barat. Salah seorang
diantara petani ikan gurame
adalah Deni Rusmawan. Untuk
mencapai lokasi budidaya ikan
gurame di Sukabumi dari
Jakarta dapat melalui jalan Tol
Jagorawi, keluar di pintu Tol
Ciawi, lalu mengambil arah ke
kota Sukabumi, tepatnya di
Jalan Bhayangkara.
Proses budidaya ikan gurame
di tempat ini dimulai dari
seleksi indukan, pemijahan,
pendederan hingga
pembesaran. Indukan ikan
gurame dipilih yang telah
berusia lebih dari tiga tahun,
dan sudah matang gonad,
sehingga siap untuk
pemijahan.
Syaratnya, sperma induk
jantan dan indung telur induk
betina banyak dan berkualitas.
Pemijahan ikan gurame
dilakukan di kolam khusus.
Setiap satu induk jantan dapat
membuahi tiga induk betina.
Di kolam khusus ini disediakan
jerami berbentuk lorong,
sebagai sarang induk betina.
Setelah seminggu dikawinkan,
induk ikan gurame betina akan
bertelur. Usia produktif ikan
gurame ini bisa mencapai 10
tahun. Di kolam ini dipelihara
ikan gurame jenis soang dan
blue safir. Kedua jenis ikan
gurame ini lebih tahan
terhadap penyakit dan
perubahan cuaca yang ekstrim.
Bibit ikan gurame yang
dihasilkan sudah dapat
dipasarkan mulai dari usia dua
minggu hingga tiga minggu,
dengan ukuran dua hingga tiga
centimeter. Harganya berkisar
400 hingga 500 rupiah per
ekor. Pembesaran ikan gurame
dilakukan dengan cara
sederhana.
Ikan diberi makan tiga kali
sehari. Takaran pakannya
sekitar tiga persen dari berat
tubuh ikan. Selain itu diberi
makanan tambahan berupa
daun talas. Bibit ikan gurame
yang dihasilkan dijual kepada
petani keramba di Waduk
Jatiluhur dan Waduk Cirata,
Jawa Barat.
Sedangkan ikan gurame besar
dengan bobot sekitar setengah
kilogram per ekor dipasarkan
ke wilayah sekitar Sukabumi,
Banten dan Jakarta. Harganya
berkisar 20 ribu hingga 25 ribu
rupiah per kilogram.
Untuk memperkokoh bisnis
ikan guramenya, Deni
bergabung dalam asosiasi
pembudidayaan dan
pengusaha gurame se
Kabupaten Sukabumi. Melalui
asosiasi tersebut, ikan gurame
hasil budidaya deni dipasarkan
hingga ke daerah di luar Pulau
Jawa, seperti Bali, NTB dan
Sulawesi.


Old school Easter eggs.